Rencana Induk Investasi Air Limbah

Created on Wednesday, 27 June 2012

Kota Bogor terletak di Propinsi Jawa Barat , berdekatan dengan Ibukota Indonesia. Penduduk kota Bogor saat ini sekitar 985 000 jiwa dan diperkirakan akan berkembang menjadi sekitar 1.8 juta pada akhir tahun 2030, periode perencanaan  dari masterplan air limbah. Pada saat itu, seperempat masyarakat akan tinggal di daerah dengan kepadatan penduduk lebih dari 300 jiwa/ha. Proyeksi penduduk disajikan pada Gambar 1, memperlihatkan jumlah penduduk dengan kepadatan berbeda pada tahun perencanaan pada master plan : tahun 2010 (eksisting), tahun 2015 (jangka pendek) , tahun 2020 (jangka menengah) dan tahun 2030 (jangka panjang).

Inisiatif yang Menjanjikan
Terdapat beberapa inisiatif air limbah dari pemerintah setempat yang cukup menjanjikan. Inisiatif tersebut dibiayi dengan dana dari APBN, seperti program SANIMAS, pembangunan sarana air limbah berbasis masyarakat, pengumpulan air limbah dari beberapa rumah tangga dan pengolahannya. Pada saat ini, tidak semua inisiatif berhasil karena  kurang tepatnya teknologi yang dipilih dan lokasi yang dipilih. Pemerintah kota juga berencana mengembangkan rumah susun untuk masa mendatang dan yang mempunyai system pengolahan air limbah secara komunal dengan pengolahan modular.

Menciptakan Masa Depan Yang lebih bersih
Master plan air limbah ini bertujuan untuk mengatasi masalah ini dan pada waktu yang bersamaan menciptakan kondisi lingkungan hidup yang lebih baik dimasa mendatang. Secara garis besar, mengurangi  60% beban polusi di lingkungan dari 17 ton BOD menjadi 8 ton BOD pada tahun 2030. Kualitas air sungai di bagian hulu sudah baik, sehingga perbaikan ini akan bermanfaat bagi pengguna air sungai di bagian hilir, termasuk Jakarta

Termasuk Penduduk MIskin
Program penanganan air limbah ini disusun dengan mempertimbangkan juga pelayanan bagi penduduk miskin.  Hal ini berarti bahwa usulan program disusun untuk menangani juga kondisi lingkungan bagi masyarakat di kawasan kumuh; Pemerintah Kota Bogor mempunyai target  tidak akan ada masyarakat yang BAB sembarangan pada tahun 2015

Jaringan Air Limbah skala kota
Masterplan mempunyai “embryo” air limbah system terpusat di kawasan perdagangan Babakan Pasar . Juga meliputi perumahan di kawasan berkepadatan tinggi, dengan perkiraan 20,000 penduduk terlayani. Sistem air limbah “embryo” pada awalnya akan beroperasi sebagai modul independen dengan pengolahan air limbah desentralisasi menggunakan modul instalasi pengolahan (UASB/Upflow Anaerobic Sludge Blanket Reactor).  Disuatu saat nanti ,sistem ini akan bergabung dengan system terpusat  zona tengah pada skala kota. Sistem pelayanan embryo dan instalasi pengolahan harus dikelola dan dioperasikan oleh tenaga professional, yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan air limbah, pengumpulan,pengangkutan dan pengolahan. System “embryo” harus menguntungkan dan dapat sebagai batu loncatan untuk pengadaan lahan untuk IPAL yang diperlukan pada masa datang untuk pelayanan air limbah skala kota : satu lokasi IPAL di Kayu Manis (8 Ha) dan lokasi IPAL lain di Ciluar (4 Ha)

Kota Bogor dibagi dalam 3 zona pelayanan air limbah. Zona Barat merupakan zona yang sebagian besar dilayani dengan system on-site, sedangkan zona timur dan tengah dilayani dengan gabungan sistem “off-site”, “on-site” dan intermediate. Dua buah jaringan utama air limbah sudah teridentifikasi sebagai bagian jaringan air limbah skala kota dalam jangka panjang (setelah 2030). Sebuah jalur pipa induk di zona tengah, dengan potensi mengumpulkan air limbah dari area seluas 1 200 Ha. Jalur pipa induk ini berawal dari Jl Sukasari, Jl Juanda< Jl Paledang, Jl Merdeka, Jl Tentara Pelajar dan Jl Johar menuju IPAL di Kayu Manis. Pipa Induk yang lainnya di zona timur air limbah, dengan luas area potensial seluas 1 400 Ha. Pipa Induk dipasang dari utara kearah timur dari Jl Raya Pajajaran, Jl Babakan, Jl Bantarjati, Jl Cibuluh and Jl Raya Bogor menuju IPAL di Ciluar. Terdapat juga saluran air limbah yang menuju ke pengolahan di Tegal Gundil pada zona timur ini. Pada tahun 2030, kedua system terpusat ini akan melayani  sekitar 52 000 sambungan domestic dan non domestic. Sambungan ini mewakili  sekitar 50% pelanggan di area dengan kepadatan di atas 300 jiwa/ha.

Produk Bappeda

Copyright © 2018 Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Bogor. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.
Monday the 21st.
Copyright 2012

©