RENCANA PERESMIAN LOKASI PENATAAN PKL DI KOTA BOGOR

PKL banyak tumbuh di daerah perkotaan dengan tingkat urbanisasi tinggi. Pedagang umumnya berasal dari kalangan ekonomi lemah atau pedagang kecil, dengan perputaran uang atau modal kecil yang tinggi. PKL umumnya memilih lokasi berjualan di fasilitas umum; seperti trotoar, bahu jalan, lapangan olah raga, taman kota, dan lahan parkir. Hal ini tentunya mengakibatkan terganggunya para pejalan kaki, kotornya fasilitas umum, dan menimbulkan kemacetan. Akibat dampak negatif tersebut, PKL menjadi permasalahan hampirĀ  semua Pemerintah Daerah di Indonesia dalam mewujudkan penataan kota yang tertib dan nyaman bagi masyarakatnya. Tidak terkecuali Kota Bogor yang memiliki lebih dari 9.000 PKL pun memiliki masalah dalam menertibkan PKL.

Menindaklanjuti Permendagri Nomor 41 Tahun 2012 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima; Pemerintah Kota Bogor melakukan penataan PKL tidak saja menertibkan PKL dari zona yang dilarang, melainkan juga memberdayakan PKL tersebut. Salah satu bentuk aksi implementasi Permendagri Nomor 41 Tahun 2012, Pemerintah Kota Bogor telah menetapkan beberapa lokasi bagi PKL untuk mengembangkan usahanya sebagai pedagang formal. Lokasi yang telah ditetapkan tersebut adalah Gg. Selot-Jl. Bangbarung yang dikelola Koperasi Selobang, dan Jl. Bina Marga-Ekalokasari yang dikelola Koperasi Bineka.

Dalam upaya meningkatkan pemberdayaan PKL yang telah diformalkan ini, Kementerian Dalam Negeri merencanakan akan meresmikan lokasi penataan PKL yang dikelola oleh kedua koperasi tersebut pada pertengahan tahun 2013 ini. Lokasi yang dipilih sebagai pusat peresmian adalah Jl. Bina Marga dengan pertimbangan kedekatan lokasi tersebut dengan pintu masuk utama Kota Bogor melalui tol. Peresmian tersebut merupakan aksi program penataan PKL Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan 8 Kementerian lainnya. Kota Bogor merupakan salah satu daerah dari 7 kabupaten/kota di Indonesia yang dipilih untuk diresmikan lokasi penataan PKL-nya.

Pelaksanaan peresmian lokasi penataan PKL di Jl. Bina Marga tersebut tidak saja melibatkan Pemerintah mulai Pusat hingga Pemerintah Kota Bogor sendiri, tapi juga akan melibatkan pihak swasta melalui bentuk Cooperative Social Resposibility-nya (CSR). Pihak swasta yang sudah menyatakan kesiapannya adalah Bank Rakyat Indonesia yang akan menyumbang dalam bentuk dana mentah dan PT. Sosro Tbk. yang akan membantu melalui pengadaan sarana dan prasarana lokasi dan berdagang. Dari Pusat pun akan menyerahkan bantuan bagi pemberdayaan PKL Kota Bogor pada saat peresmian tersebut. Kementerian yang berencana akan memberikan bantuan adalah Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koperasi dan UKM, dan Kementerian Perdagangan.

Sekali lagi, PKL merupakan usaha ekonomi kerakyatan yang perlu pembinaan dan penataan dalam melaksanakan usahanya sehingga sejalan dengan upaya mewujudkan visi Kota Bogor untuk menciptakan masyarakat madani dan pemerintahann amanah. Semoga rencana peresmian ini dapat terlaksana sesuai dengan tujuannya. Amin.
(Ratu).

Produk Bappeda

Copyright © 2019 Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Bogor. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.
Tuesday the 10th.
Copyright 2012

©