RENCANA PENGEMBANGAN TEMATIK POTENSI EKONOMI KREATIF KOTA BOGOR TA.2012

Pemerintah menyadari bahwa ekonomi kreatif adalah harapan bagi ekonomi Indonesia untuk bangkit, bersaing dan meraih keunggulan dalam ekonomi global. Untuk mengembangkan ekonomi kreatif ini, Presiden menginstruksikan Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Departemen, Gubernur, Bupati/Walikota agar menyusun dan melaksanakan Rencana Aksi Pengembangan Ekonomi Kreatif melalui Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2009 Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Inpres tersebut menyebutkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif adalah pengembangan kegiatan ekonomi yang berdasarkan kreativitas, ketrampilan, dan bakat individu untuk menciptakn daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Indonesia. Pengembangan ekonomi kreatif menekankan pada pengembangan 15 subsektor industri kreatif nasional, yakni: Periklanan; Arsitektur; Pasar seni dan barang antik; Kerajinan; Desain; Fashion; Film, video, dan fotografi; Permainan interaktif; Musik; Seni pertunjukan; Penerbitan dan percetakan; Layanan komputer dan piranti lunak; Radio dan televisi; dan Riset dan pengembangan; serta penambahan Kuliner (sesuai Renstra Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2012-2014).

Bappeda Kota Bogor; sebagai lembaga perencana pembangunan daerah, bertugas untuk mendukung tercapainya mekanisme koordinasi yang baik antara ketiga aktor dalam pengembangan ekonomi kreatif. Salah satu upaya dukungan Bappeda Kota Bogor adalah bekerja sama dengan konsultan swasta dalam bentuk upaya pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bogor melalui kegiatan Kajian Pengembangan Tematik Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bogor Tahun Anggaran 2012. Kajian ini menekankan pada strategi perencanaan dan aksi pengembangan 15 subsektor industri kreatif yang berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan keahlian, bakat dan kreativitas sebagai kekayaan intelektual.

Letak geografis Kota Bogor memiliki peluang cukup besar bagi pengembangan ekonomi kreatif dibanding kota/kabupaten lain di Provinsi Jawa Barat. Letak wilayah Kota Bogor berdekatan dengan Jakarta sebagai Pusat Pemerintahan dan pintu keluar masuk ekspor impor. Kedekatan jarak tersebut berdampak terhadap perilaku pasar dan konsumen yang memilih barang tidak saja berdasarkan fungsi, melainkan juga pada kenyamanan, identitas dan gaya hidup. Tingginya jumlah penduduk Kota Bogor menjadi peluang pasar dan jumlah konsumen bagi komoditi 15 subsektor industri kreatif. Cukup banyak pelaku dan usaha 15 subsektor industri kreatif tersebar di 6 Kecamatan se-Kota Bogor, terutama produksi bersifat non massal yang memanjakan selera konsumen lebih secara personal.

Kajian ini menganalisa subsektoral unggulan ekonomi kreatif di Kota Bogor melalui tiga pendekatan, yaitu berdasarkan jumlah perusahaan, berdasarkan jumlah tenaga kerja yang terlibat dan berdasarkan jumlah produk yang dipasarkan. Melalui data survei diketahui 5 subsektoral ekonomi kreatif yang memiliki potensi untuk berkembang yaitu desain, fesyen, , kerajinan, kuliner dan musik. Berdasarkan jumlah perusahaan, data hasil survei terhadap 30 sampel perusahaan, subsektoral fesyen dan kerajinan merupakan subsektoral yang memiliki jumlah paling banyak yaitu masing masing 10 perusahaan atau 33,33% dari total. Selanjutnya disusul subsektoral kuliner dengan jumlah 7 perusahaan atau 23,33%, kemudian musik 2 perusahaan atau 6,67% dan paling sedikit desain dengan jumlah satu perusahaan atau 3,33%.

Namun jika dilihat dari jumlah tenaga kerja tidak tetap, jumlah terbanyak adalah subsektoral fesyen dengan jumlah 126 orang atau 68,48%, disusul kerajinan 22 orang atau 11,96%, music 20 orang atau 10,87%, kuliner 14 orang atau 7,615 dan desain 2 orang atau 1,09%. Berdasarkan dari tujuan pemasaran, subsektor yang menjadi unggulan adalah kerajinan, disusul fesyen dan kuliner. Berdasarkan hal tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa ekonomi kreatif yang ada di kota Bogor yang paling unggul adalah ekonomi kreatif subsektor fesyen. Kemudian yang masuk kedalam subsektoral calon unggulan adalah kerajinan dan kuliner (Buku Kajian Pengembangan Tematik Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bogor 2012).

Di dalam kajian ini disebutkan oleh konsultan bahwa metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas uji diskriptif, SWOT dan pendekatan GIS (Geographic Information System). Strategi pengembangan ekonomi kreatif dilakukan melalui dua tahap yaitu tahap identifikasi faktor internal dan eksternal. Metode yang dipilih dalam kajian ini yang ditujukan untuk memformulasikan strategi tersebut adalah matriks faktor internal dan ekternal, analisis matriks kekuatan-kelemahan-ancaman-peluang (SWOT). Faktor-faktor untuk analisis SWOT ini merupakan hasil dari kajian kondisi umum wilayah dan pengamatan kondisi-kondisi usaha ekonomi kreatif di lapang, dan selanjutnya akan dilakukan pemilihan strategi dengan menggunakan analisis matriks perencanaan strategis kuantitatif (Quantitative Strategic Planing Matrix (QSPM).

Berdasarkan hasil analisis diatas maka diperoleh urutan prioritas strategi sebagai berikut:

  1. Pemkot Bogor menyediakan sarana dan prasarana pendidikan non formal berbasis industri kreatif.

  2. Penguatan kapasitas penguasaan teknologi dan kemampuan pemanfaatan komputer di bidang industri kreatif.

  3. Revitalisasi pasar tradisional sebagai pasar khusus wisata belanja dan kuliner.

  4. Mendorong wirausahawan sukses untuk berbagi pengalaman dan keahlian kepada masyarakat untuk menciptakan wirausahawan kreatif baru.

  5. Peningkatan penghargaan kepada insan kreatif di Kota Bogor.

  6. Mendorong penciptaan produk kreatif yang mengintegrasikan budaya local dan kecenderungan yang diminati oleh pasar di dalam daerah dan luar daerah.

  7. Memperluas jangkauan distribusi pemasaran produk kreatif Kota Bogor di luar daerah.

  8. Penciptaan database dan jejaring insan kreatif .

Demikian beberapa garis besar dari dokumen hasil Kajian Pengembangan Tematik Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bogor 2012 yang disusun Bappeda Kota Bogor dengan bekerja sama dengan konsultan. Uraian secara lebih jelas dapat dilihat pada dokumen Laporan Akhir kajian ini. Artikel ini dibuat lebih sebagai laporan yang bersifat informatif dan satu arah, dan bukan sebagai evaluasi atas suatu kajian. Semoga apa yang telah tersusun ini dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya, khususnya bagi para pelaku industri kreatif yang membacanya di Website Bappeda Kota Bogor. Amin.

Oleh: Ratu

Bidang Ekonomi, Bappeda Kota Bogor

 

 

 

Produk Bappeda

Copyright © 2019 Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Bogor. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.
Tuesday the 10th.
Copyright 2012

©